Bagaimana Bisa Profesional? BPI KPNPA RI Kritik Minimnya Perhatian Kesejahteraan Polri

Jakarta – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyoroti belum masuknya isu kesejahteraan anggota dalam agenda besar reformasi Polri. Ia menilai, selama ini pembahasan reformasi lebih banyak berfokus pada aspek struktural dan penegakan hukum, namun belum menyentuh secara serius kondisi kehidupan para anggota di lapangan.

Ketum BPI KPNPA RI Rahmad Sukendar mengungkapkan, masih banyak anggota Polri, khususnya di wilayah, yang hidup dalam kondisi pas-pasan. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja serta integritas aparat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Reformasi Polri seharusnya tidak hanya bicara soal sistem dan kewenangan, tetapi juga menyentuh aspek mendasar seperti kesejahteraan anggota. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak anggota yang hidupnya jauh dari kata layak,” tegas Rahmad dalam keterangannya.

BACA JUGA  Jaga Rasa Aman Warga, Samapta Polres Majene Sisir Ruang Publik

Menurutnya, kesejahteraan merupakan faktor penting dalam membangun institusi kepolisian yang profesional dan berintegritas. Jika kebutuhan dasar anggota belum terpenuhi dengan baik, maka akan sulit mendorong terciptanya pelayanan publik yang optimal.

Rahmad juga mempertanyakan komitmen pemangku kebijakan dalam menjadikan kesejahteraan anggota sebagai prioritas.

Ia menilai, tanpa adanya perhatian serius terhadap hal ini, reformasi Polri berisiko berjalan timpang dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kita ingin Polri yang kuat dan dipercaya masyarakat. Tapi bagaimana itu bisa terwujud jika anggota di bawah masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” lanjutnya.

BACA JUGA  Polisi Donor Darah, Selamatkan Pasien di RSUD Mamuju

BPI KPNPA RI pun mendorong pemerintah dan pimpinan Polri untuk segera memasukkan aspek kesejahteraan anggota dalam agenda reformasi secara konkret. Mulai dari peningkatan gaji, tunjangan, hingga fasilitas pendukung yang layak bagi anggota di seluruh wilayah Indonesia.

Rahmad menegaskan, langkah ini bukan hanya demi kepentingan internal Polri, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Jika kesejahteraan anggota diperhatikan, maka dampaknya akan langsung terasa pada kinerja dan profesionalisme. Ini adalah investasi penting bagi masa depan Polri,” pungkasnya.

Sumber Berita: Tim
Editor: Sadiman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news