Sulbar.toBagoes.com – Polda Sulawesi Barat terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) kepolisian melalui pembinaan karakter, peningkatan profesionalisme, dan penambahan kekuatan personel di wilayah jajaran.
Langkah strategis di bawah kepemimpinan Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Quick Wins Presisi Kapolri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu perhatian utama. Polda Sulbar menerapkan kebijakan bagi seluruh personel Muslim untuk menghentikan sementara aktivitas pekerjaan ketika azan Dzuhur berkumandang guna melaksanakan sholat berjamaah sebelum kembali menjalankan tugas. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).
Upaya tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas kepolisian tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis dan kesiapan operasional.
Pembentukan akhlak, integritas, serta kedisiplinan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan personel yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan pendekatan humanis.
Melalui arahan Kapolda Sulbar, Biro SDM Polda Sulbar mengintensifkan berbagai program pembenahan yang mencakup penguatan karakter anggota hingga penataan kekuatan personel di tingkat Polres dan Polsek. Dua aspek tersebut dinilai penting untuk membangun institusi kepolisian yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang terus ditingkatkan selama tiga minggu terakhir adalah pembinaan iman dan takwa melalui kegiatan Binrohtal. Program ini merupakan bagian dari Program Prioritas Kapolri ke-3 yang dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan seluruh personel sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Personel Muslim mengikuti pembinaan rohani di Aula Mako Polda Sulbar. Sementara itu, personel Nasrani dan pemeluk agama lainnya melaksanakan kegiatan serupa di rumah ibadah masing-masing sebagai bentuk pembinaan spiritual yang disesuaikan dengan keyakinan anggota.
Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian menegaskan bahwa pembinaan rohani bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi strategis dalam membentuk karakter anggota Polri yang memiliki akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Penguatan SDM Polri harus dimulai dari pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika akhlak diperkuat, maka pelayanan akan semakin humanis dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh,” tegasnya.
Selain pembinaan spiritual, Polda Sulbar juga melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola SDM. Biro SDM terus mendorong transparansi proses rekrutmen dan pendidikan pengembangan umum (Dikbangum), sekaligus meningkatkan profesionalisme anggota melalui pelatihan fungsi teknis kepolisian.
Evaluasi terhadap kemampuan jasmani dan psikologi personel juga dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan memastikan setiap anggota memiliki kesiapan fisik, mental, dan kompetensi yang memadai dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian.
Pengembangan karier personel turut diarahkan melalui penerapan merit system. Kompetensi, prestasi, dan integritas menjadi pertimbangan utama dalam penataan karier, sehingga setiap anggota memperoleh kesempatan berkembang secara objektif dan transparan.
Di sisi lain, penguatan pengawasan internal serta penanaman budaya hidup sederhana terus menjadi bagian dari pembenahan institusi. Upaya tersebut diarahkan untuk meminimalisir pelanggaran sekaligus membangun personel yang bersih, disiplin, dan bertanggung jawab.
Penguatan SDM juga diperluas hingga ke wilayah operasional melalui program Polres Kuat dan Polsek Tangguh. Dalam program tersebut, sebanyak 332 personel pilihan telah didistribusikan untuk memperkuat enam Polres jajaran Polda Sulbar.
Enam satuan kewilayahan yang menerima penebalan personel tersebut yakni Polres Mamuju, Polres Majene, Polres Polewali Mandar, Polres Mamasa, Polres Pasangkayu, dan Polres Mamuju Tengah.
Distribusi personel ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas operasional kepolisian, memperkuat peran Bhabinkamtibmas, serta mengoptimalkan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Penambahan kekuatan di wilayah jajaran diharapkan dapat memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mempercepat respons kepolisian terhadap persoalan warga, serta memperluas jangkauan pelayanan hingga ke pelosok Sulawesi Barat.
Melalui penempatan personel di lini terdepan, kepolisian diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara optimal.
Rangkaian pembenahan tersebut menjadi bagian dari strategi Polda Sulbar dalam mempercepat realisasi Program Quick Wins Presisi Kapolri. Integrasi antara pembinaan akhlak, peningkatan profesionalisme, tata kelola SDM yang transparan, dan penguatan personel operasional menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas institusi.
Kapolda Sulbar menegaskan komitmen membangun kepolisian yang tidak hanya kuat dari sisi operasional, tetapi juga memiliki integritas dan kualitas pengabdian yang tinggi. Profesionalisme, moralitas, dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin dipercaya.
Dengan pembinaan SDM yang berkelanjutan dan penguatan personel di wilayah jajaran, Polda Sulbar optimistis mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih profesional, humanis, dan responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
Sebab, kekuatan Polri tidak hanya terletak pada kemampuan bertindak tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga pada akhlak, kedisiplinan, dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.*(Rls/Red)


