Polewali Mandar, toBagoes Sulbar – Hamparan tikar membentang di atas Jembatan Perintis Garuda yang baru selesai dibangun. Beragam makanan tradisional, hasil kebun, hingga buah-buahan memenuhi sepanjang jembatan. Di tempat yang dulu menjadi penghalang aktivitas warga, kini masyarakat Desa Pussui bersama prajurit TNI duduk bersimpuh memanjatkan doa syukur.
Suasana penuh haru itu mewarnai syukuran selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe Armco sepanjang 20 meter di Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (19/7/2026).
Anak-anak, orang tua, tokoh masyarakat hingga prajurit TNI larut dalam rasa syukur. Mereka membawa makanan dari rumah masing-masing sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan terima kasih atas hadirnya jembatan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan.
Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengatakan syukuran tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kita bersama masyarakat menggelar doa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pussui. Jembatan ini dibangun untuk memperkuat konektivitas masyarakat pedesaan sehingga akses kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat semakin mudah,” kata Letkol Ikhwan.
Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses transportasi.
“Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pussui, Kuddin, mengaku haru melihat jembatan yang selama ini hanya menjadi impian masyarakat akhirnya berdiri kokoh.
“Alhamdulillah, apa yang selama ini kami impikan akhirnya menjadi kenyataan. Atas nama seluruh masyarakat Desa Pussui kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program ini, serta kepada seluruh personel TNI Kodim 1402/Polman yang bekerja dengan penuh semangat hingga jembatan ini selesai,” ucapnya.
Menurut Kuddin, antusiasme warga yang memadati jembatan untuk mengikuti doa bersama menjadi bukti nyata betapa besar rasa syukur masyarakat.
“Semua datang dengan sukarela membawa makanan dari rumah masing-masing. Ini bukan sekadar syukuran, tetapi ungkapan kebahagiaan karena kini kami memiliki jembatan yang aman dan kokoh untuk aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Kini, jembatan yang dahulu hanya ada dalam doa masyarakat telah berdiri membelah sungai. Tempat yang dulu memisahkan kini justru menjadi ruang berkumpul, tempat warga, tokoh masyarakat, anak-anak, dan prajurit TNI duduk bersama dalam satu hamparan, mengucapkan syukur atas hadirnya harapan baru bagi Desa Pussui.
“Hari ini, yang diresmikan bukan hanya sebuah jembatan, tetapi juga jalan baru bagi kehidupan masyarakat Desa Pussui.
Sumber Berita: Pen Korem 142/Tatag
Redaksi: Sadiman


