Polewali Mandar – Tawuran antar kelompok pemuda pecah di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (1/2/2026) dini hari sekitar pukul 00.20 WITA. Akibat kejadian tersebut, satu orang warga mengalami luka di bagian kepala, sementara 38 terduga pelaku berhasil diamankan oleh Polres Polman.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres Polman yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Budi Adi, S.H., M.H., bersama Kasat Intelkam IPTU Haspar, S.H., Piket Pawas IPDA Irhan, serta PAMAPTA II IPDA Moris, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, tawuran bermula saat sekelompok pemuda dari Pasar Sentral Polewali mendatangi Desa Patampanua untuk mencari seseorang yang diduga memiliki permasalahan dengan kelompok mereka. Namun, karena orang yang dicari tidak ditemukan, kelompok tersebut melakukan pelemparan batu yang kemudian memicu reaksi dari pemuda dan warga setempat.
Dalam insiden tersebut, seorang warga Desa Patampanua mengalami luka di bagian kepala yang diduga akibat lemparan batu saat tawuran berlangsung. Korban telah mendapatkan penanganan medis.
“Sebanyak 38 terduga pelaku telah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing. Situasi di lokasi kejadian sudah berhasil kami kendalikan dan dalam keadaan aman,” ujar Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi.
Para terduga pelaku berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar dengan rentang usia 13 hingga 18 tahun. Seluruhnya diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke SPKT Polres Polman dengan Nomor LP: LP/B/42/II/2026/SPKT/Polres Polman/Polda Sulbar.
Polres Polman mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mudah terprovokasi, menjauhi aksi kekerasan, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Sumber Berita: Humas Polres Polman
Editor: Sadiman



Assalamualaikum Bang, tabe sedikit mengoreksi bahasanya terkait dengan kata “tawuran”
Assalamualaikum Bang, tabe sedikit mengoreksi bahasanya terkait dengan kata “tawuran” saya rasa kurang tepat sebab pemuda dari sentral mendatangi kampung orang, jadi menurut saya kejadian ini adalah suatu tindakan premanisme jadi bahasa yang tepat ialah Pemuda yg datang itu adalah Preman, jadi mungkin baiknya bahasanya atau sebutan “kelompok Preman” dari Sentral di amuk massa.