Polda Sulbar, toBagoes Sulbar – Usai puncak upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA. 2026 di SPN Polda Sulbar, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta secara khusus menyampaikan pesan mendalam dan arahan tegas kepada seluruh siswa, Senin (20/7/26) di gedung kelas SPN.
Kapolda menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar melihat barisan peserta didik, melainkan memandang langsung wajah masa depan institusi Polri.
“Saya datang ke sini bukan hanya melihat kalian sebagai siswa, melainkan saya sedang melihat masa depan Polri. Akan menjadi apa Polri ke depannya, sepenuhnya tergantung apa yang kalian lakukan mulai hari ini,” tutur Kapolda dengan nada tegas namun penuh harap.
Beliau mengingatkan bahwa niat adalah fondasi segalanya. “Kalian datang ke sini untuk belajar menjadi polisi. Jika sejak awal niat kalian salah, lebih baik berhenti sekarang. Saya tidak membutuhkan polisi yang menyusahkan masyarakat, melainkan sosok yang bertanggung jawab melayani dan melindungi rakyat.”
Kapolda juga menekankan hakikat jati diri Bhayangkara, Polisi adalah Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa, abdi yang berfokus pada pelayanan masyarakat serta penciptaan rasa aman.
“Tanamkan kalimat ini di dalam otak kalian, tugas utama kalian adalah menciptakan keamanan. Lawan dari keamanan adalah keonaran, keresahan, ketakutan, dan kekhawatiran semuanya itu yang harus kalian hapuskan. Lawan utama kalian adalah penjahat,” tegasnya.
Beliau memperingatkan keras “Sekalipun kalian berseragam, jika berperilaku menyimpang seperti memeras, menindas, mendzolimi, atau menakut-nakuti rakyat, kalian tetaplah seperti penjahat dan pasti akan dihukum.”
Mulai hari ini, lanjut Kapolda, kehidupan kalian telah berubah, “Kalian tidak lagi bebas bersikap seenaknya. Kalian kini adalah warga teladan yang wajib menjunjung tinggi norma, etika, dan hukum. Jadilah pribadi yang setia pada NKRI, berani melawan kejahatan, membela yang lemah, jujur, dan penuh tanggung jawab.”
Terkait kepatuhan, beliau memberikan batasan yang jelas yaitu “Taat pada pimpinan yang benar. Kalau perintahnya menyimpang dan salah, kalian berhak dan wajib menolaknya. Kepatuhan buta bukan ciri polisi yang bermoral.”
Kapolda juga mengajak bersyukur atas kesempatan langka yang didapatkan para siswa, “Tidak semua orang berhak mengenakan seragam cokelat ini. Syukuri takdir Allah SWT, banggalah mengenakannya, dan isi organisasi ini dengan orang-orang yang benar-benar baik lewat proses pendidikan yang berkualitas.”
Di penghujung arahan, Kapolda mengajak seluruh siswa meneriakkan janji dengan lantang yaitu “Saya bangga menjadi Polisi! Saya akan setia kepada Negara Republik Indonesia! dan Saya siap menjadi polisi yang baik!”
“Saya bangga pada kalian, patuhilah pengasuh dan instruktur kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Ingat saya tidak akan segan mengeluarkan siapa pun yang melanggar berat. Saya lebih mencintai institusi ini daripada mempertahankan orang yang merusaknya. Saya akan berupaya lengkapi fasilitas pendidikan kalian, namun yang terpenting berlatihlah, berjuanglah, buktikan pada orang tua kalian bahwa kalian layak dibanggakan, dan jangan pernah hancurkan harapan mereka,” tutup Kapolda.
Sumber Berita: Humas Polda Sulbar
Redaksi: Sadiman


