Viral di Medsos Berujung Penganiayaan, Polres Polman Amankan 14 Terduga Pelaku

Polewali Mandar, toBagoes Sulbar – Personel gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Polman bersama Polsek Binuang bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Dusun Rea Timur, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (15/6/2026).

Penanganan kasus tersebut dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres Polman IPTU Iwan Rusmana bersama personel Intelkam dan Bhabinkamtibmas setempat yang langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari korban dan keluarganya.
BACA JUGA  Polres Polman Buktikan Komitmen Lawan Narkoba, BPI KPNPA RI Sulbar Beri Dukungan

Korban diketahui merupakan seorang pemuda berusia 20 tahun yang mengalami luka robek pada bagian telinga akibat dugaan penganiayaan menggunakan ikat pinggang berkepala besi.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Korban yang saat itu sedang bermain gim di telepon genggamnya mengaku tidak mengenal para pelaku dan tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran penyerangan.

BACA JUGA  Kapolres Polman Pastikan Unjuk Rasa Mahasiswa Berlangsung Aman dan Kondusif

Usai menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Dari jumlah tersebut, dua orang telah berusia dewasa yakni A.A. (20) Kel. Amassangan dan M.S. (18) Kel. Amassangan. Sementara 12 lainnya masih berstatus anak yakni F.A. (16), A.S.R. (15), A. (17), R. (16), A. (16), Y. (16), F.A. (16), F. (16), M.R. (16), F. (12), J. (13), dan G. (16).

BACA JUGA  Respons Cepat Brimob Polda Sulbar, Korban Tenggelam di Pantai Babana Ditemukan Tak Bernyawa

Selain itu, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap tiga orang lainnya yang diduga turut berada di lokasi kejadian dan saat ini belum diketahui keberadaannya.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, aksi tersebut diduga dipicu oleh adanya tantangan melalui media sosial Instagram yang kemudian memicu terjadinya penyerangan terhadap kelompok remaja di Desa Rea.

BACA JUGA  Polisi Dukung Rembuk Stunting di Desa Ambopadang

Namun demikian, motif dan kronologi lengkap kejadian masih dalam pendalaman penyidik.

KBO Satreskrim Polres Polman IPTU Iwan Rusmana menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan korban dan keluarganya. Seluruh pihak yang diduga terlibat telah diamankan untuk dimintai keterangan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau tantangan di media sosial yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum,” ujar IPTU Iwan Rusmana.

BACA JUGA  Polda & Bhayangkari Sulbar Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Bandang di Sumbar

Polres Polewali Mandar juga mengajak para orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda guna mencegah terjadinya aksi kekerasan yang melibatkan anak dan remaja.

Saat ini, seluruh terduga yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Polres Polewali Mandar, sementara penyidik terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Sumber Berita: Humas Polres Polman
Editor: Sadiman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news