spot_img

Warga Bontoraya Menentang Keras Pergantian Kepala Lingkungan, Desak Pemda Beri Penjelasan

Jeneponto, toBagoes Sulbar – Gelombang penolakan muncul dari warga di sejumlah lingkungan Kelurahan Bontoraya, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Senin (17/11/2025). Mereka dengan tegas menolak rencana pergantian kepala lingkungan yang dinilai tidak memiliki alasan jelas dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Penolakan ini menguat setelah warga Kelurahan Bontoraya menilai kepala lingkungan yang saat ini menjabat telah menunjukkan kinerja yang solid, terutama dalam menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, serta respons cepat terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA  Pria Mabuk Bakar Dapur Kepala Lingkungan, Polsek Mamuju Bergerak Cepat!

Sejumlah tokoh masyarakat menegaskan bahwa kepala lingkungan tersebut selama ini berperan sebagai penghubung yang efektif antara warga dan pemerintah daerah.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kepemimpinan kepala lingkungan saat ini. Beliau selalu hadir, responsif, dan berupaya mencari solusi atas setiap persoalan warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Bontoraya.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pergantian kepala lingkungan secara mendadak berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta menghambat program-program yang saat ini sedang berjalan.

BACA JUGA  Skandal Surat Siluman Guncang Desa Baraya, Warga Bongkar Mafia Tanah!

Sebagai bentuk protes, warga memasang spanduk di sejumlah titik strategis dan menggelar pertemuan lintas lingkungan untuk memantapkan sikap bersama. Mereka juga berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah agar keputusan tersebut dikaji ulang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait desakan warga. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka serta kebijakan yang benar-benar mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan mereka.

Sumber Berita: Tim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news