Polewali Mandar, toBagoes Sulbar – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Trans Sulawesi. Sebuah dump truck bermuatan bambu terguling di tikungan Sappoang, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (06/11/2025) dini hari sekitar pukul 01.20 WITA. Peristiwa tragis itu menewaskan satu orang dan melukai tiga penumpang lainnya.
Kendaraan jenis Mitsubishi Fuso kuning bernomor polisi DD 8567 MN dikemudikan oleh Taufan (40), warga Bungi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Truk tersebut diketahui membawa muatan bambu dengan enam orang penumpang yang duduk di atas tumpukan bambu.
Kapolsek Binuang IPTU H. Rahman membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Polewali menuju Pinrang. Saat memasuki tikungan tajam Sappoang, sopir diduga mengantuk dan kehilangan kendali hingga melakukan pengereman mendadak.
“Akibat rem mendadak di tikungan, truk kehilangan keseimbangan dan terguling. Muatan bambu bersama para penumpang terhempas ke jalan,” jelas IPTU Rahman.
Insiden itu menewaskan Asraruddin, warga Desa Kediri, Kecamatan Wonomulyo. Korban mengalami luka berat di bagian kepala, mulut, dan telinga, dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka, masing-masing:
Jasman (27), mengalami luka pada kaki dan tangan,
Muhammad Muhaimin (20), mengalami luka di wajah,
Mubdi (26), menderita luka punggung dan bahu.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Hj. Andi Depu Polewali untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Dua warga sekitar, Arif Pradana (19) dan Rasman Rasi (21), yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku terkejut melihat truk oleng lalu terguling ke sisi kiri jalan.
“Kami lihat truk oleng dan bambunya langsung berjatuhan ke jalan. Orang-orang di atasnya terlempar,” ujar Arif.
Petugas Polsek Binuang yang tiba tak lama kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, dan mengamankan kendaraan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek menambahkan, pihaknya terus mengimbau para sopir angkutan barang agar menjaga kondisi fisik dan konsentrasi saat berkendara, terutama di jalur tikungan dan menurun di kawasan Trans Sulawesi yang rawan kecelakaan.
“Jangan memaksakan diri saat lelah. Berhenti dan istirahat sejenak jauh lebih baik daripada memaksakan perjalanan yang berujung fatal,” tegas IPTU Rahman.
Pihak kepolisian kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan kondisi teknis kendaraan.
Sumber Berita: Humas Polres Polman
Editor: Sadiman


