spot_img

Tak Ada Pemotongan PIP, Ini Penjelasan Resmi Wakasek MAS Al-Fauziah Talippuki

Mamasa, toBagoes Sulbar – Isu dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Fauziah Talippuki yang beredar di media sosial Facebook melalui akun Pesona Mandar mendapat klarifikasi langsung dari pihak sekolah.

Wakil Kepala Sekolah MAS Al-Fauziah Talippuki, Kafrawi, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan liar (pungli) maupun pemotongan dana PIP dalam bentuk apa pun.

“Tidak ada pemotongan sepersen pun dari dana PIP. Yang terjadi adalah pembayaran pakaian seragam siswa sesuai dengan juknis utama pemanfaatan PIP,” tegas Kafrawi saat memberikan klarifikasi.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 2402-02/Campalagian dan Warga Kompak Bersihkan Saluran Air di Parappe

Ia menjelaskan, sejak awal masuk sekolah, pihak madrasah memfasilitasi pengadaan seragam siswa berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan bersama orang tua siswa. Pembayaran seragam tersebut disepakati dapat dilakukan setelah siswa menerima dana PIP.

“Sekolah hanya memfasilitasi. Pembayaran dilakukan setelah siswa memiliki rezeki dari PIP, itu pun sesuai kesepakatan awal,” jelasnya.

BACA JUGA  Polsek Tutar Polres Polman Laksanakan Patroli dan Sambangi Warga di Malam Hari, Sampaikan Himbauan Kamtibmas dan Menolak Aksi Premanisme

Lebih lanjut, Kafrawi menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menggelar pertemuan klarifikasi bersama orang tua dan siswa pada Kamis, 1 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai.

“Dalam pertemuan itu, orang tua siswa dan siswa sendiri menyatakan bahwa apa yang dilakukan pihak sekolah sudah sesuai dengan kesepakatan awal saat penerimaan siswa baru,” ungkapnya.

BACA JUGA  Bhabinkamtibmas Desa Lapeo Dorong Pengelola Pantai Babbatoa Tingkatkan Keamanan

Sebagai informasi, MAS Al-Fauziah Talippuki dikenal sebagai madrasah yang aktif mencetak prestasi. Sekolah ini tercatat pernah meraih prestasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, hingga tingkat nasional, di antaranya di Maluku tahun 2024 dan di Banten tahun 2025.

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Sumber Berita: Riki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news