Gowa, toBagoes Sulbar – Aksi kekerasan mengejutkan terjadi di Jalan Mangka Dg Bombong, Gowa, tepatnya di kios seorang pedagang bernama Badu (75). Seorang pria yang diketahui sebagai penjual es kristal tega menganiaya kakek lansia tersebut pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kejadian bermula ketika pelaku datang menawarkan dagangannya kepada kakek korban di kios. Namun, korban menolak untuk membeli. Penolakan itu membuat pelaku naik pitam dan memaksa korban agar tetap membeli. Tidak hanya itu, pelaku bahkan mengeluarkan kata-kata menantang seolah tidak takut dengan siapa pun.
Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku kehilangan kendali hingga memukuli kakek yang sudah renta. Sambil menganiaya, pelaku diduga sempat berteriak menantang, “Saya anak polisi, bapak saya pangkatnya tinggi, tidak ada yang bisa menakuti saya!” Ucapan arogan tersebut membuat warga yang melihat ikut geram.
Korban yang berusia lanjut akhirnya tak berdaya akibat pemukulan. Warga sekitar langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Tidak terima dengan perlakuan keji tersebut, pihak keluarga korban segera melaporkan insiden ini ke Polsek Batangkaluku Gowa dengan membawa rekaman CCTV sebagai barang bukti.
Salah satu anggota keluarga korban menegaskan bahwa mereka tidak bisa menerima perlakuan tersebut.
“Kami sangat tidak terima. Korban sudah tua, mencari nafkah dengan jujur, tapi malah diperlakukan seperti ini. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar keluarga korban dengan nada tegas.
Polsek Batangkaluku membenarkan adanya laporan resmi terkait penganiayaan ini. “Kami sudah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan. Tidak ada yang kebal hukum, siapa pun pelakunya akan kami tindak sesuai aturan,” tegas petugas saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan pelaku tidak hanya sadis, tetapi juga arogan karena berlindung di balik nama orang tuanya yang disebut sebagai anggota polisi berpangkat tinggi. Warga berharap aparat bertindak cepat agar kasus ini tidak menimbulkan keresahan lebih jauh.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Tindakan brutal terhadap seorang kakek 75 tahun di Gowa bukan hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga mencoreng nama baik institusi kepolisian yang disebut-sebut oleh pelaku. Masyarakat kini menunggu proses hukum yang transparan dan tegas terhadap pelaku penganiayaan tersebut.
Sumber Berita: Darwanto
Editor: Sadiman



Wajar anak s karang bangga banggakan polisi,Krn polisilah yg diatas raja di indonesia ini,siapa sih yg tdk kenal dgn segala kekuasaan polisi,klub dlu semasa ada dwifungsi ABRI,masih ada yg di takuti polisi, sekarang polisi yg kuasa di Konoha ini