Jakarta, toBagoes Sulbar – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, kembali menyuarakan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan kinerja Polri. Ia menilai Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kini mandul dan gagal menjalankan fungsinya sebagai pengawas eksternal yang independen.
Menurut Rahmad, meski Polri memiliki pengawasan internal melalui Irwasum dan Propam, pelanggaran anggota masih marak terjadi. Lebih ironis, penjatuhan sanksi kerap tidak adil dan tersendat karena adanya budaya ewuh pakewuh terhadap pejabat tinggi kepolisian.
“Kompolnas saat ini saya lihat mandul dan tidak independen. Dari bintara, pama, pamen hingga pati Polri yang melanggar, sanksinya tidak pernah adil dan merata. Karena masih ada ewuh pakewuh dengan pejabat tinggi,” tegas Rahmad Sukendar, Minggu (14/9/2025).
Rahmad menilai kelemahan utama Kompolnas ada pada struktur yang hanya terpusat di Jakarta. Untuk memperkuat kontrol publik, ia mendorong pembentukan Kompolnas Daerah hingga ke tingkat provinsi, kota, dan kabupaten.
“Kalau Kompolnas hanya di pusat, wajar kalau kinerjanya tumpul. Harus ada Kompolnas daerah agar kepolisian benar-benar diawasi secara ketat dan tidak mudah diintervensi,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan di daerah akan mencegah praktik penyalahgunaan wewenang sekaligus menegakkan profesionalisme Polri secara lebih nyata.
Rahmad mengingatkan, lemahnya pengawasan berpotensi meruntuhkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Kalau Kompolnas terus lemah, publik akan melihat Polri seolah dibiarkan berjalan tanpa kontrol. Kalau rakyat sudah tidak percaya pada polisi, itu ancaman serius bagi masa depan penegakan hukum di negeri ini,” pungkasnya.
Sumber Berita: Tim Redaksi
Editor: Sadiman


