Jakarta, toBagoes Sulbar – Suara peringatan keras datang dari Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar. Ia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera membatalkan Telegram Rahasia (TR) mutasi Irjen Karyoto dari Kapolda Metro Jaya menjadi Kabaharkam Polri. Menurutnya, keputusan ini berpotensi memicu badai kegaduhan internal yang bisa mengguncang fondasi soliditas di tubuh Polri.
Rahmad menyoroti pemberitaan media nasional yang membeberkan dugaan insubordinasi Irjen Karyoto terhadap Kapolri. Fakta itu, kata dia, seharusnya menjadi sinyal bahaya sebelum menempatkan yang bersangkutan di posisi strategis.
“Kapolri harus berani bersikap tegas. Jangan sampai sosok yang di depan tampak loyal, namun di belakang berseberangan, justru diberi jabatan penting. Itu bom waktu yang bisa meledak dan menghancurkan institusi,” tegas Rahmad, Sabtu (9/8/2025).
Ia menilai posisi Kabaharkam Polri idealnya dipegang oleh Kabaintelkam Polri, Komjen Syahardiantono, yang dinilai punya rekam jejak mumpuni dan integritas teruji. Namun, Syahardiantono justru dipindahkan menjadi Kabareskrim.
“Kalau melihat rekam jejak dan kinerjanya, yang layak duduk sebagai Kabaharkam itu Syahardiantono, bukan Karyoto,” tambahnya.
Rahmad memperingatkan, jika mutasi ini dipaksakan, wibawa Kapolri akan terkikis dan komando internal terancam melemah.
“Pihak bermuka dua tak boleh berada di lingkaran pimpinan. Itu sumber perpecahan,” tandasnya.
Bagi Rahmad, menjaga marwah Polri hanya bisa dilakukan dengan menempatkan perwira yang benar-benar loyal, profesional, dan berintegritas tinggi. BPI KPNPA RI memastikan akan terus mengawal persoalan ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Sumber Berita: BPI KPNPA RI
Editor: Sadiman


