Pasangkayu, toBagoes Sulbar – Situasi mencekam melanda Dusun Tangga-Tangga, Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (21/9/2025). Rumah pelaku milik RS (33), terduga pelaku pembunuhan karyawan PNM Mekar bernama Hijrah, menjadi sasaran amuk warga yang geram usai kasus tragis itu terbongkar.
Warga yang diliputi duka dan amarah meluapkan emosinya dengan merusak bangunan rumah pelaku. Kondisi pun nyaris tak terkendali. Namun, puluhan aparat kepolisian dari Polres Pasangkayu dan Polsek Sarjo bergerak cepat melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga situasi agar tidak semakin meluas.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kasus pembunuhan ini menyita perhatian luas. Korban Hijrah dilaporkan hilang sejak Kamis malam (18/9), dan kemudian ditemukan tak bernyawa di area perkebunan kelapa warga Sarjo. Temuan tersebut memicu gelombang duka mendalam dan kemarahan masyarakat.
Ketegangan sempat meningkat ketika massa terus berdatangan ke rumah pelaku. Namun berkat pengamanan ketat, kericuhan berhasil diredam. RS kini telah diamankan di Mapolres Pasangkayu, sementara penyidik terus mendalami motif dan kronologi kejadian.
Polisi juga mengimbau warga untuk tidak terprovokasi serta tetap mempercayakan proses hukum kepada aparat. Keamanan di sekitar lokasi kejadian pun diperketat guna mencegah aksi lanjutan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Tragedi ini menjadi sorotan besar di Pasangkayu, tidak hanya karena korban adalah karyawan PNM Mekar, tetapi juga lantaran kuatnya reaksi masyarakat yang menuntut keadilan ditegakkan secepat mungkin.
Sumber Berita: Humas Polres Pasangkayu
Editor: Sadiman


