Pasangkayu, toBagoes Sulbar – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kapolda Sulawesi Barat turun langsung meninjau gudang penyimpanan jagung milik Badan Urusan Logistik di Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu. Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan Bulog benar-benar siap menyerap hasil panen petani, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lapangan.
Dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Sulbar didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulbar, di antaranya Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimsus, Kabid Propam, serta Kapolres Pasangkayu dan jajaran. Rombongan disambut Kepala Gudang Bulog Martajaya yang memaparkan kondisi penyimpanan jagung saat ini.
Ia menjelaskan bahwa gudang sewa tahunan tersebut digunakan untuk logistik tertentu dan menegaskan pentingnya pemisahan jagung dari komoditas lain seperti beras demi menjaga mutu dan ketahanan bahan pangan.
“Penataan dan pemisahan komoditas harus sesuai standar penyimpanan Bulog agar kualitas barang tetap terjamin,” ujarnya.
Kapolda Sulbar dalam arahannya meminta Bulog memperkuat data kapasitas produksi jagung di tiap wilayah. Ia juga menekankan perlunya gudang khusus jagung agar tidak tercampur dengan komoditas lain. Selain itu, Kapolres Pasangkayu diperintahkan untuk melakukan pengecekan data pertanian di lapangan dan menyinkronkannya dengan data resmi pemerintah.
“Pengumpulan data dari Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu harus jelas. Kalau harga jagung sudah disepakati Rp5.500 per kilogram, maka Bulog wajib membeli hasil panen petani. Jangan sampai jagung jatuh ke tangan tengkulak atau swasta,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, sinergi antara Bulog, aparat, dan petani menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
“Tujuan utama kita adalah membantu Bulog mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” pungkas Kapolda Sulbar.
Sumber Berita: Humas Polda Sulbar
Editor: Sadiman


