Mamuju Tengah, toBagoes Sulbar – Kasus dugaan pelecehan yang menyeret oknum personel Polres Mamuju Tengah berinisial S langsung memicu reaksi keras Kapolres, AKBP Hengky Kristano Abadi.
“Tidak ada toleransi! Begitu laporan masuk, saya perintahkan Propam bergerak. Siapa pun yang terbukti mencoreng institusi ini, saya sikat habis, tanpa pandang bulu!” tegasnya, Sabtu (2/8/25).
Kapolres memastikan proses hukum berjalan terbuka, profesional, dan akuntabel, dengan sanksi mulai dari kode etik, disiplin, hingga pidana jika terbukti bersalah.
Ia mengingatkan seluruh personel bahwa Polri dibayar dari uang rakyat dan harus menjadi teladan. “Kita harus bersih dari dalam. Ini peringatan keras, jangan main-main!” ujarnya.
Kasus kini dalam penyelidikan intensif, sementara pihak korban diberi akses pendampingan hukum dan perlindungan penuh.
“Hukum tidak boleh tumpul ke atas. Masyarakat berhak melihat bahwa Polri berdiri di pihak korban, bukan melindungi pelaku,” tutup Kapolres dengan nada tegas.
Sumber Berita: Humas Polres Mamuju Tengah
Editor: Sadiman


