Mamasa, toBagoes Sulbar – Pemerintah Kabupaten Mamasa mencetak sejarah baru dengan melaksanakan Retret Kebangsaan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk pertama kalinya di Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung di Kodim 1428/Mamasa pada Kamis (20/11/25) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter, visi, dan kolaborasi para pejabat tinggi daerah.
Retret yang mengusung tema “Kuatkan Kolaborasi – Satukan Visi” tersebut diikuti oleh 26 peserta dari berbagai perangkat daerah. Suasana khidmat terlihat saat pelepasan peserta oleh Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, sebelum dilanjutkan dengan penyerahan peserta retret kepada Dandim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, S.H., M.A.P.
Dalam rangkaian kegiatan awal, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan. Menariknya, ditemukan beberapa peserta memiliki riwayat kesehatan seperti stroke, kolesterol, hingga ambeien. Temuan ini sekaligus menjadi momentum penting agar para pejabat lebih memperhatikan kesehatan di tengah tuntutan tugas yang berat.
Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menegaskan bahwa retret kebangsaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wadah pembentukan karakter pemimpin yang kuat, tangguh, dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat untuk membentuk karakter seorang pemimpin yang lebih kuat, tangguh, dan bertanggung jawab bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Sudirman juga menambahkan bahwa retret kebangsaan ini menjadi tonggak baru karena Mamasa adalah kabupaten pertama di Sulawesi Barat yang melaksanakannya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Retret Kebangsaan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 September, dengan berbagai materi penguatan mental kebangsaan, pengembangan kepemimpinan, hingga peningkatan solidaritas dan integritas para pejabat.
Melalui program perdana ini, Pemkab Mamasa menunjukkan komitmen kuat dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, solid, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Riki


