Mamasa, toBagoes Sulbar – Aktivis lingkungan bersama Aliansi Pemuda Rantepuang dan Mellangkena Padang melayangkan ultimatum keras kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa. Mereka mengancam akan melakukan aksi penutupan paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Salubue jika lokasi pembuangan sampah tersebut tidak segera dipindahkan.
“Kalau Pemda Mamasa tidak segera melakukan pemindahan pembuangan sampah, maka kami dari Aliansi Pemuda Rantepuang dan Mellangkena Padang bersama aktivis lingkungan akan melakukan penutupan paksa TPA Salubue,” tegas Yohanis, perwakilan aliansi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (13/10/2025).
Senada dengan Yohanis, seorang aktivis lingkungan yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa pencemaran akibat aktivitas pembuangan sampah di TPA Salubue telah berlangsung bertahun-tahun.
“Pencemaran udara dan tanah terus terjadi dari masa ke masa. Ini sudah melewati batas dan harus segera ditangani,” ujarnya.
Koordinator Aliansi Pemuda Rantepuang dan Mellangkena Padang juga menegaskan, pihaknya sudah cukup lama bersabar terhadap sikap Pemda yang dinilai abai. Ia menyebut masyarakat sekitar telah lama menjadi korban pencemaran lingkungan.
“Ini bukan masalah kecil. Lingkungan kami tercemar, udara kotor, tanah rusak. Kami akan terus mendesak Pemda karena ini jelas pelanggaran hukum,” ujarnya tegas.
Aliansi juga mengingatkan bahwa praktik open dumping di TPA Salubue bertentangan dengan instruksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup setempat sebelumnya sempat menyampaikan bahwa Pemda akan mendapat teguran dari pusat jika tak memindahkan TPA hingga September lalu.
“Kalau Pemda tetap diam, kami tidak akan tinggal diam. Penutupan paksa adalah langkah terakhir,” tegas Yohanis.
Para aktivis menyerukan agar Pemda segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar janji. Mereka juga meminta perhatian aparat penegak hukum serta lembaga terkait untuk menekan pemerintah daerah mematuhi aturan pengelolaan sampah demi melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sumber Berita: Riki
Editor: Sadiman


