Polewali Mandar, toBagoes Sulbar – Video seorang ibu muda bernama Marsita (20) yang nekat menerobos derasnya arus Sungai Mapi di Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, viral di media sosial.
Aksi berisiko itu dilakukan karena tidak adanya jembatan permanen di Sungai Mapi yang menjadi akses vital warga menuju pasar, sekolah, hingga puskesmas di desa tetangga, Tubbi. Selama ini, warga hanya mengandalkan rakit bambu seadanya atau berjalan kaki menantang derasnya arus sungai.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan. Pasalnya, keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah dan perempuan, setiap hari terancam.
Menanggapi peristiwa tersebut, Korwil BPI KPNPA RI, Wilayah Sulbar Sadiman Pakayu, mengeluarkan pernyataan tegas. Minggu (21/9/2025). Ia mendesak pemerintah daerah Sulawesi Barat untuk segera bertindak.
Sadiman menilai sangat ironis, di tahun 2025 masih ada rakyat di pedalaman Sulbar yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberang sungai. Pemerintah daerah menurutnya jangan menutup mata, dan segera membangun jembatan permanen di Sungai Mapi.
Sadiman menekankan bahwa viralnya video Marsita seharusnya menjadi tamparan keras bagi pejabat daerah yang selama ini hanya sibuk membuat laporan indah di atas kertas, tetapi abai pada kondisi nyata masyarakat di lapangan. Negara, katanya, wajib hadir untuk memberikan solusi.
Ia mengingatkan agar jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Pembangunan jembatan di Sungai Mapi bukanlah permintaan mewah, melainkan hak rakyat. Jika Pemda tidak mampu, maka Gubernur Sulbar bersama pemerintah pusat harus segera turun tangan.
Selain pembangunan jembatan, Sadiman juga meminta adanya bantuan darurat bagi warga yang kerap terisolasi ketika arus Sungai Mapi meluap. Menurutnya, pemerintah daerah Sulbar harus segera mengirim bantuan logistik dan menyiapkan jalur alternatif darurat agar masyarakat tidak dibiarkan berjuang sendiri melawan derasnya arus sungai.
Warga berharap, sorotan publik dan desakan berbagai pihak bisa membuat pemerintah benar-benar membuka mata dan segera menghadirkan solusi nyata bagi masalah akses di pedalaman Sulawesi Barat. (Red)


