spot_img

Geram Proyek Mangkrak, APMM Kepung Kantor Dinas Pendidikan Mamasa

Mamasa, toBagoes Sulbar – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Mahasiswa Mamasa (APMM) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Kamis (8/1/2026).

Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran ban sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai lalai dalam menyelesaikan sejumlah persoalan di sektor pendidikan.

Dalam aksinya, APMM menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa untuk segera menyelesaikan seluruh proyek pembangunan sekolah yang hingga kini mangkrak.
BACA JUGA  Polsek Aralle Gelar Pengamanan Jalur dan Penertiban Jalan Depan Pasar Tradisional Aralle

Kedua, mahasiswa menuntut pembayaran penuh dan segera terhadap hak gaji para pekerja proyek pembangunan sekolah yang belum dibayarkan. Ketiga, mereka mendesak dilakukannya audit menyeluruh dan transparan terhadap seluruh proyek pembangunan sekolah di Kabupaten Mamasa.

Tuntutan keempat, APMM meminta evaluasi serta pencopotan pihak-pihak yang terbukti lalai, tidak bertanggung jawab, dan merugikan keuangan negara. Sementara tuntutan kelima, mahasiswa menuntut komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin hak masyarakat atas pendidikan yang layak, aman, dan bermartabat.

Koordinator Aksi APMM, Muh. Nabir, dalam audiensi bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa menegaskan bahwa pihaknya akan menyegel Kantor Dinas Pendidikan apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

“Jika tuntutan ini diabaikan, kami akan kembali dengan aksi lanjutan dan melakukan penyegelan kantor Diknas Mamasa,” tegas Muh. Nabir.

BACA JUGA  Kapolresta Mamuju Turun Langsung Pimpin Pengamanan Aksi Mahasiswa dan PPPK

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pembayaran paket pekerjaan pembangunan SDN 003 Maerang, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi.

Pembayaran tersebut dijanjikan akan diselesaikan paling lambat pada April 2026.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir dengan tertib, meski mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasi janji pemerintah daerah.

Sumber Berita: Riki
Editor: Sadiman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news