Makassar – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban, dengan satu korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Penemuan para korban berada di sekitar area puncak pegunungan, tidak jauh dari lokasi ditemukannya bagian ekor pesawat di kawasan Pegunungan Bulusaraung. Operasi dilakukan di medan yang sangat terjal dengan tingkat kesulitan tinggi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa sejak pagi hari pencarian difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak dan sekitarnya dengan mengerahkan unsur darat dan udara.
Ia menjelaskan, empat personel tim puncak mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.53 WITA di sekitar titik ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk mendukung pergerakan tim darat.
Pada rentang waktu 09.22 hingga 10.11 WITA, tim SAR gabungan menemukan enam korban pada titik koordinat yang saling berdekatan. Dari jumlah tersebut, satu korban berhasil dievakuasi dari jurang dengan kedalaman sekitar 350 meter ke puncak pegunungan.
“Satu korban telah bersama tim SAR gabungan. Masih terdapat lima korban lainnya yang akan dievakuasi. Saat ditemukan, jarak antar korban sekitar 50 meter dan tidak berada di sekitar serpihan pesawat,” ujar Andi Sultan.
Selain itu, sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan ke beberapa sektor pencarian sebelum akhirnya seluruh unsur difokuskan menuju titik penemuan korban berdasarkan koordinat yang telah dipastikan.
Upaya dukungan udara kembali dilakukan menggunakan helikopter Bell 429 untuk rencana penurunan personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin.
Andi Sultan menegaskan, tantangan utama di lapangan meliputi medan terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan faktor keselamatan.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika di lapangan. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban secara optimal.
Sumber Berita: SAR Makassar
Editor: Sadiman


