spot_img

Eksekusi Lahan di Polman Desa Lapeo, Polisi Amankan 3 Provokator Bawa Sajam

POLEWALI MANDAR – Suasana di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat Kamis siang (22/05/2025) mendadak tegang ketika Kapolres Polewali Mandar, AKBP Anjar Purwoko,S.H, S.I.K, M.H, bersama sejumlah pejabat Polres Polman dan personel Brimob, memimpin langsung pengamanan proses eksekusi sebidang tanah yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Polewali.

Eksekusi ini berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Polewali No 6 / PDT. EKS / 2022 / PN Pol, dan melibatkan sebuah rumah permanen di Desa Lapeo yang dikuasai oleh Muhammad, anak dari Kemanakan Hasanuddin Pili (Termohon Eksekusi).

warga yang datang ke lokasi sempat terlibat dalam aksi penolakan. Massa yang berjumlah sekitar 80 orang melakukan orasi secara bergantian, bahkan memblokade jalan menuju lokasi eksekusi dengan menggunakan bambu, ban mobil bekas yang kemudian dibakar. Total jumlah orang yang hadir di sekitar lokasi mencapai lebih dari 100 orang, sebagian besar sebagai penonton dari Desa Lapeo sendiri.

Tidak hanya itu, negosiasi yang dilakukan oleh tim negosiator dengan pihak termohon yang melakukan blokade jalan tidak membuahkan hasil. Akibatnya, aparat kepolisian terpaksa mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator, yakni Rais Rahman alias Papa Desi (78), serta dua orang lainnya yang kedapatan membawa Sajam jenis badik, yakni Supardi (45) dan Syarif Alian (67).

Kapolres Polewali Mandar, AKBP Anjar Purwoko, S.H, S.I,K, M.H,menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian adalah untuk memastikan ketertiban dan keamanan selama proses eksekusi berlangsung. “Kami hadir di sini untuk mengawal eksekusi yang merupakan putusan hukum yang sudah inkracht. Kami mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang berlaku,” ujar Kapolres.

 

BACA JUGA  Buruh & Polisi Bersatu! Polda Sulbar Gandeng KSBSI Perkuat Keamanan dan Kesejahteraan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news