Jakarta, toBagoes Sulbar – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa narkoba, korupsi, dan terorisme merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan bangsa.
Ketiga kejahatan tersebut tidak hanya bersifat terorganisir dan lintas negara, tetapi juga mampu merusak sendi kehidupan sosial, ekonomi, hingga stabilitas negara apabila tidak ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar daring yang diselenggarakan Pusat Kajian Ilmu Kepolisian dan Anti Korupsi Universitas Bhayangkara Jakarta, dengan tema “Mata Rantai Hubungan antara Narkotika, Korupsi, dan Terorisme”.
Kegiatan webinar ini dibuka oleh Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta, Irjen Pol (Purn) Dr. Bambang Karsono, dan menghadirkan tiga narasumber utama yang merupakan purnawirawan jenderal Polri.
Mereka adalah Irjen Pol (Purn) Ali Djohardi, mantan Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol (Purn) Dr. Bibit Samad Rianto, mantan Wakil Ketua KPK, serta Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Mamoto, Kepala Pusat Kajian Terorisme SKSG UI.
Dalam pemaparannya, Ali Djohardi menjelaskan bahwa bisnis narkoba kerap beririsan dengan kekuasaan dan korupsi. Ia mencontohkan kasus gembong narkoba internasional Pablo Escobar, yang sempat menjadi anggota parlemen di Kolombia dengan kekayaan hasil bisnis narkotika ilegal.
“Ketika jaringan narkoba masuk ke sistem politik, kebijakan negara bisa disalahgunakan untuk melindungi kepentingan bisnis ilegal,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Benny Mamoto mengungkapkan bahwa peredaran gelap narkoba juga menjadi salah satu sumber pendanaan jaringan terorisme. Keuntungan dari bisnis narkotika kerap digunakan untuk membiayai aksi teror dan pencucian uang.
“Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Latin, tetapi juga di kawasan Timur Tengah. Di Afghanistan, jaringan narkoba bahkan bekerja sama dengan Taliban,” jelasnya.
Terkait korupsi, Dr. Bibit Samad Rianto menegaskan pentingnya membangun budaya jujur, anti korupsi, dan anti gratifikasi dalam penyelenggaraan negara. Menurutnya, budaya tersebut harus diperkuat dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
BNN menilai kewaspadaan seluruh elemen bangsa sangat diperlukan untuk mencegah berkembangnya mata rantai kejahatan narkoba, korupsi, dan terorisme. Terlebih, kejahatan narkoba kerap menjadi pintu masuk munculnya berbagai tindak kriminal lainnya.
Melalui kegiatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, BNN terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mewujudkan Indonesia yang aman, bersih, dan berdaulat.
Editor: Sadiman


