spot_img

Biosolar Cepat Habis, LSM Gerak Mamasa Pertanyakan Pengelolaan SPBU Lambanan

Mamasa, toBagoes Sulbar – SPBU 75-913-01 yang berlokasi di Desa Lambanan, Kabupaten Mamasa, kembali menjadi sorotan tajam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi (Gerak) DPC Mamasa. Sorotan tersebut terkait dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dan pendistribusian BBM subsidi jenis Biosolar.

Ketua DPC LSM Gerak Mamasa, Andi Waris Tala, menegaskan bahwa pengelola SPBU, mulai dari admin, operator hingga humas, seharusnya mengedepankan kejujuran dan keterbukaan kepada masyarakat dalam penyaluran BBM subsidi.
BACA JUGA  Sigap dan Humanis, Personel Polres Pasangkayu Bantu Pengendara Terjebak Banjir

Menurut Andi Waris, pihak pengelola SPBU Lambanan melalui humasnya menyampaikan bahwa pengisian BBM menggunakan jerigen dilakukan berdasarkan rekomendasi yang masuk. Namun, mekanisme rekomendasi tersebut dinilai tidak dijelaskan secara rinci kepada publik.

“Seharusnya rekomendasi itu dijelaskan secara detail kepada masyarakat, rekomendasi tersebut untuk siapa dan peruntukannya apa,” ujar Andi Waris, Kamis (18/12/2025).

BACA JUGA  21 Tahun Sulbar: Tidar Mamasa Tegaskan Komitmen Besar untuk Daerah

Ia mempertanyakan apakah rekomendasi tersebut benar-benar diperuntukkan bagi petani dan masyarakat yang berhak, atau justru dimanfaatkan oleh pengepul maupun oknum pedagang BBM subsidi.

Selain itu, Andi Waris juga menyoroti kuota BBM subsidi yang diterima SPBU Lambanan. Menurutnya, kuota Biosolar yang masuk sering kali datang pada sore hari, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WITA, namun pada keesokan paginya sudah habis.

“Kuota BBM subsidi untuk SPBU Lambanan ini harus dievaluasi. Kadang kuota baru masuk sore, tapi pagi hari sudah habis. Ini yang menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.

BACA JUGA  Patroli Blue Light Satlantas Polres Mamasa Jaga Kelancaran Lalu Lintas dan Kamtibmas di Malam Hari

Lebih lanjut, ia mempertanyakan apakah kuota sekitar 8.000 liter per hari benar-benar dihabiskan melalui rekomendasi hanya dalam waktu satu malam.

“Apakah mungkin kuota sebanyak itu habis hanya untuk rekomendasi dalam satu malam?” ujarnya.

BACA JUGA  Sat Polairud Polres Polman Sambangi Warga Pesisir, Gaungkan Gerakan Laut Bersih dan Aman

LSM Gerak Mamasa menduga adanya ketidaktransparanan dalam pendistribusian BBM subsidi di SPBU Lambanan. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar pengelolaan BBM subsidi dilakukan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menduga tidak ada transparansi dalam pendistribusian BBM subsidi di SPBU Lambanan. Kami berharap ada kejujuran dan keterbukaan dalam pengelolaannya,” tandas Andi Waris.

Sumber Berita: Riki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news