Pasangkayu, toBagoes Sulbar – Upaya mendorong kemandirian pangan terus dilakukan oleh jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Pasangkayu. Salah satunya dilakukan oleh Brigpol Nur Ihsan, Bhabinkamtibmas Polsek Baras, yang aktif memantau perkembangan tanaman jagung milik warga binaannya, Sdr. Jalil, di Dusun Saluavo, Desa Singgani, Kecamatan Lariang, Sabtu (26/7/2025).
Dalam kunjungan lapangan itu, Brigpol Nur Ihsan melihat langsung tanaman jagung seluas 1 hektare yang ditanam sejak 25 Juni 2025. Dengan bibit sebanyak 15 kg, tanaman tersebut diperkirakan akan menghasilkan panen mencapai 3 ton pada awal Oktober mendatang.
Namun bukan sekadar memantau, Brigpol Nur Ihsan juga memberikan arahan strategis kepada petani agar menjual hasil panennya langsung ke Bulog, bukan ke tengkulak. Harga jagung yang ditawarkan Bulog mencapai Rp6.400/kg (dengan kadar air maksimal 14%), jauh lebih tinggi dibandingkan tengkulak.
“Kami ingin petani menikmati hasil maksimal dari kerja keras mereka. Jangan biarkan hasil panen dibeli murah oleh tengkulak. Pemerintah melalui Bulog sudah menyediakan harga yang layak,” tegas Brigpol Nur Ihsan.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kasi Humas AKP Eliza Rarsina. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong demi meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga.
“Ini bukan hanya soal jagung, tetapi soal bagaimana warga bisa bangkit dan sejahtera lewat pertanian. Pendapatan tambahan dari hasil panen sangat membantu kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Sinergi antara petani dan aparat seperti ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa program ketahanan pangan bisa berjalan efektif jika didukung dengan edukasi yang tepat. Ke depan, Desa Singgani dan wilayah sekitarnya diharapkan dapat menjadi sentra jagung yang mampu menopang ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak. (Sdm)


