Mamasa, toBagoes Sulbar – Suasana tegang sempat menyelimuti Mamasa pada Rabu (13/8/2025) malam, ketika perselisihan bernuansa api cemburu antara Hengki Kurniawan (19) dan Ahmad Muhajidin (28) nyaris memicu keributan besar. Namun, berkat gerak cepat aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mamasa, kisruh itu akhirnya mereda lewat mediasi kondusif yang dipimpin langsung Kapolsek Mamasa IPTU Yunus, S.H., M.H.
Kejadian bermula siang hari sekitar pukul 14.00 WITA. Imma (21), seorang LC Café Mama Manda asal Majene, datang bersama tiga rekannya ke basecamp proyek pembangunan rumah susun Polsek Mamasa di Lingkungan Tatoa, Kelurahan Mamasa. Di sana mereka bercengkerama sambil menikmati kopi dengan Ahmad Muhajidin, juru masak basecamp.
Tak lama, Hengki muncul mencari pacarnya yang ada dalam rombongan Imma. Melihat sang kekasih duduk bersama Ahmad, emosi api cemburu Hengki diduga memuncak. Kata-kata kasar dan tantangan pun terlontar, memicu ketegangan yang berujung laporan ke Kapolsek.
Situasi memanas lagi pada pukul 19.00 WITA, saat Hengki bersama teman-temannya kembali mendatangi basecamp dan diduga membawa senjata tajam. Meski mereka keburu pergi sebelum polisi tiba, informasi itu cukup membuat aparat segera bertindak. Kedua pihak dipanggil ke Polsek Mamasa untuk dimediasi.
Dalam ruang mediasi, terbongkar bahwa semua berawal dari rasa api cemburu yang tak terkendali. Setelah proses dialog yang intens, Hengki dan Ahmad sepakat berdamai, saling memaafkan, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Kapolsek IPTU Yunus mengingatkan pentingnya menahan diri, menghindari provokasi, dan selalu mengedepankan penyelesaian secara bijak. “Mari bersama menjaga kamtibmas demi kenyamanan kita semua,” tegasnya.
Sumber Berita: Humas Polres Mamasa
Editor: Sadiman


