Krisis Integritas Polri! Rahmad Sukendar Nilai Fonda Tangguh Layak Masuk Tim Reformasi Kepolisian

Jakarta, toBagoes Sulbar – Nama Fonda Tangguh, tokoh muda asal Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan nasional. Dikenal sebagai sosok idealis dan vokal terhadap isu-isu penegakan hukum, Fonda dinilai sebagai figur potensial yang mampu membawa semangat baru dalam tubuh kepolisian.

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, secara tegas menyatakan bahwa Fonda Tangguh layak diberi mandat untuk bergabung dalam Tim Reformasi Kepolisian bentukan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA  Kapolda Sulbar Hadiri Puncak Peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat ke-22

“Fonda Tangguh adalah figur muda yang visioner, berani, dan punya komitmen tinggi terhadap perbaikan institusi Polri. Ia selama ini aktif memberikan edukasi dan motivasi kepada jajaran kepolisian di berbagai daerah. Kapasitas dan integritasnya sangat mumpuni untuk duduk di Tim Reformasi Kepolisian,” ujar Rahmad Sukendar, Sabtu (11/10/2025).

Rahmad menilai, reformasi Polri tidak akan berjalan jika hanya bersifat kosmetik. Ia mendesak Presiden Prabowo untuk mengganti Kapolri saat ini dan melakukan perombakan total sistem SDM Polri yang dinilai telah jauh dari nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

BACA JUGA  BPI KPNPA RI Kawal Ketat Sidang Wagub Babel Hellyana dalam Kasus Dugaan Penipuan

“Polri sudah kehilangan arah dan kepercayaan publik. Struktur SDM dikuasai kelompok tertentu yang mempermainkan jabatan dan kebijakan. Sudah waktunya Presiden turun tangan langsung—bersihkan Polri dari boneka kekuasaan!” tegasnya.

Menurut Rahmad, sistem pembinaan internal di tubuh Polri kini tidak lagi berorientasi pada profesionalisme, tetapi pada politik kedekatan dan kepentingan pribadi. Akibatnya, jabatan strategis justru diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten.

BACA JUGA  Sinyal Bahaya Birokrasi: Ketua SMM Desak Bupati Mamasa Copot Kepala BKPP

“Selama pola promosi jabatan masih berdasarkan kedekatan, mustahil Polri bisa berbenah. Harus ada revolusi mental dan kepemimpinan baru yang menolak intervensi dari luar,” ujarnya tajam.

Ia menegaskan, reformasi sejati hanya bisa terwujud melalui pergantian pucuk pimpinan Polri yang berani dan independen, serta pembersihan struktur internal yang terkontaminasi kepentingan kelompok.

BACA JUGA  Gerak Cepat Kejati Jatim Usut Kasus Korupsi Hudiyono Eks Pj Bupati Sidoarjo Mendapat Apresiasi BPI KPNPA RI

“Jangan biarkan Polri menjadi alat kekuasaan. Kembalikan marwahnya sebagai pelindung dan pengayom rakyat. Bersihkan SDM yang bermental transaksional. Bangun kepolisian yang humanis, profesional, dan berintegritas,” pungkas Rahmad Sukendar.

Sumber Berita: Tim Redaksi
Editor: Sadiman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news