Jakarta, toBagoes Sulbar – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan kritik pedas kepada Jaksa Agung yang dinilai hanya lihai berucap namun minim aksi nyata dalam menuntaskan kasus besar. Sorotan utamanya tertuju pada buronan kelas kakap bernama Silvester yang hingga kini belum juga berhasil ditangkap.
Rahmad menegaskan, publik sudah bosan dengan retorika penegakan hukum yang berhenti di tataran wacana. Menurutnya, Jaksa Agung kerap tampil “gahar” di depan media, namun gagal membuktikan ketegasan dalam aksi nyata.
“Jaksa Agung jangan hanya omon-omon bae. Sudah bertahun-tahun buronan Silvester tidak tersentuh. Dimana letak kegaharannya? ST Burhan yang katanya berwibawa dan berkuasa, justru dibuat tidak berdaya oleh anggotanya sendiri,” tegas Rahmad Sukendar.
Ia menilai, kegagalan Kejaksaan Agung dalam menangkap Silvester telah mencoreng wajah penegakan hukum di Indonesia. Ironisnya, ketika menyangkut masyarakat kecil, penindakan hukum justru kerap dilakukan secara cepat dan tanpa kompromi.
“Kalau aparat penegak hukum mau serius, tidak ada alasan Silvester bisa berkeliaran selama ini. Jangan sampai rakyat melihat Kejaksaan hanya berani terhadap kasus kecil, tapi takut menghadapi pemain besar,” lanjutnya lantang.
Rahmad juga mempertanyakan integritas Jaksa Agung beserta jajarannya. Menurutnya, institusi sebesar Kejaksaan semestinya mampu memberikan teladan penegakan hukum yang adil, bukan malah memberi ruang bagi buronan besar untuk hidup tenang.
“Kejaksaan Agung harus segera bangun dari tidur panjangnya. Buktikan kepada rakyat bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika tidak, publik akan menilai Kejaksaan hanya institusi omong kosong yang jauh dari kata berwibawa,” sindirnya keras.
BPI KPNPA RI memastikan akan terus mengawal kasus Silvester hingga tuntas. Rahmad menegaskan, masyarakat menunggu langkah konkret Jaksa Agung sebagai bukti nyata, bukan sekadar pernyataan yang berulang-ulang.
Sumber Berita: Tim Redaksi
Editor: Sadiman


