Pasangkayu, toBagoes Sulbar – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Lingkungan Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup jalan masuk PT Palma Sumber Lestari Baras, Sabtu (27/09/2025).
Aksi yang berlangsung sejak Jumat (26/09) hingga Sabtu dini hari itu merupakan bentuk protes keras terhadap perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat Baras akibat dugaan pencemaran lingkungan.
Koordinator lapangan, Sultan Aji Putra, menegaskan bahwa pengaliran limbah ke sungai yang melintasi Desa Kasano, Kelurahan Baras, dan Desa Bulu Parigi telah merusak ekosistem serta mengakibatkan kerugian besar bagi nelayan dan petambak.
“Kami menuntut PT Palma segera menghentikan pembuangan limbah ke sungai, memulihkan lingkungan yang rusak, serta memberikan kompensasi atas kerugian warga sejak 2023 hingga 2025,” tegas Sultan Aji Putra.
Menurut Sultan, aksi kali ini juga didukung rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Sulbar yang melahirkan empat poin penting:
1. Penutupan sementara operasional perusahaan hingga seluruh kewajiban pengelolaan limbah cair dipenuhi sesuai aturan.
2. Operasional hanya boleh dibuka kembali setelah terbukti memenuhi aspek teknis dan administratif.
3. Pemberian kompensasi kepada masyarakat atas dampak aktivitas perusahaan.
4. DLHK Pasangkayu dan PT Palma siap menerima konsekuensi hukum jika di kemudian hari terjadi pelanggaran berulang.
Sebagai tindak lanjut, pihak perusahaan dan aliansi masyarakat menandatangani berita acara kesepakatan pada Sabtu (27/09/2025). Intinya, PT Palma berkomitmen tidak lagi membuang limbah ke sungai dan bersedia bertemu masyarakat bersama dinas terkait pada Senin (29/09/2025).
Meski demikian, Sultan menegaskan pihaknya akan kembali turun dengan aksi yang lebih besar bila perusahaan masih mengabaikan tuntutan.
Aksi ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Palma belum memberikan keterangan resmi terkait protes tersebut.
Sumber Berita: Tim
Editor: Sadiman


