Riau, toBagoes Sulbar – Ancaman serius terus membayangi Bumi Lancang Kuning. Dari hutan Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, hingga Bengkalis, kerusakan lingkungan semakin parah akibat ulah mafia pembalakan liar dan tambang ilegal. Tak hanya itu, jalur perbatasan Riau juga menjadi pintu masuk utama peredaran narkoba dari Malaysia dan Thailand.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menegaskan kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Ia mengapresiasi gebrakan Kapolda Riau, Irjen Heri Heryawan, dalam menindak mafia, namun mendesak agar langkah tegas tersebut diperluas ke semua lini.
“Perjuangan melawan mafia hutan dan tambang memang penuh tantangan, sering dihadang bahkan dibangkangi. Tapi saya melihat Irjen Heri mampu menghadapinya dengan tenang dan tangan dingin. Gebrakan beliau patut diapresiasi,” ujar Rahmad, Rabu (24/9/2025).
Namun, Rahmad menekankan ancaman narkoba di Riau tak kalah berbahaya. “Riau ini pintu masuk narkoba dari Malaysia dan Thailand. Kalau kita lengah, generasi muda akan hancur. Karena itu saya berharap Kapolda Riau juga sikat habis jaringan narkoba di wilayah ini. Jangan beri ruang bagi bandar yang merusak bangsa,” tegasnya.
Rahmad menilai mafia hutan, tambang, dan narkoba adalah kejahatan terorganisir yang dilindungi kepentingan tertentu. “Ini bukan kriminal biasa. Mereka punya jaringan rapi, modal besar, bahkan berani melawan aparat dengan senjata. Kalau negara kalah, rakyat yang menanggung akibatnya—hutan habis, lingkungan rusak, ekonomi hancur, dan anak muda dirusak narkoba,” katanya.
Ia menegaskan, polisi tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. “Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil harus berdiri bersama polisi. Jangan sampai aparat di lapangan menghadapi mafia sendirian. Negara harus hadir dan menunjukkan taringnya,” ujarnya.
Rahmad menutup dengan seruan keras: “Tidak boleh ada kompromi dengan mafia. Jangan sampai aparat goyah karena suap atau tekanan politik. BPI KPNPA RI siap mengawal langkah tegas Polda Riau. Mafia hutan, mafia tambang, dan mafia narkoba harus dibasmi sampai ke akar-akarnya. Hukum harus berpihak pada rakyat, bukan pada perusak negeri.”
Sumber Berita: Tim Redaksi


