Palu, toBagoes Sulbar – Dugaan praktik monopoli proyek di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali mencuat. Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Sulteng mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan memeriksa Aditia Bayu Pratama, yang disebut-sebut sebagai ponakan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, serta Fatur, anak Gubernur.
Koordinator BPI KPNPA RI Sulteng, Robby Ibrahim, menegaskan bahwa Bayu diduga kuat menjadi aktor sentral dalam pengaturan paket proyek di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Banyak kontraktor lama mengeluh karena akses mereka tertutup. Hampir semua kepala dinas menyebut nama Bayu saat ada rekanan ingin ikut proyek. Pola proyek satu pintu ini jelas merusak persaingan sehat,” tegas Robby, Minggu (21/9/2025).
Ia menyebut praktik semacam ini tidak hanya merugikan kontraktor lokal, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan daerah dan membuka ruang korupsi berjamaah.
Atas dasar itu, BPI KPNPA RI Sulteng berencana menggelar aksi besar-besaran di depan gedung KPK, Jakarta, guna mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas.
Selain proyek, Robby juga menyinggung polemik jabatan Ketua KONI Sulteng yang dinilainya sarat kepentingan politik dan tidak bisa dilepaskan dari pusaran kekuasaan di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah maupun Aditia Bayu Pratama belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut.
(*)


