Skandal Pustu Mamuju Tengah: HMI Desak Kejaksaan dan DPRD Jangan Tutup Mata

Mamuju Tengah, toBagoes Sulbar – Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Mamuju Tengah kembali menjadi sorotan tajam. Minggu (21/9/2025). Dari enam Pustu yang dibangun, empat di antaranya terindikasi bermasalah. Keempat bangunan itu terletak di Desa Tasokko, Lembahada, Pangalloan, dan Sinabatta, yang kini masuk dalam pengawasan ketat Kejaksaan Negeri Mamuju.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi Pustu di Desa Pangalloan sangat memprihatinkan. Bangunan dibuat tanpa presisi, jauh dari standar konstruksi, bahkan terkesan dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas. Fakta ini menimbulkan dugaan kuat adanya penyelewengan anggaran dan kelalaian kontraktor.
BACA JUGA  Usai Satgas PKH Setor Rp10,2 T, Ketum BPI KPNPA RI Sebut Nasib Jaksa Belum Sejahtera

Muh Rabbi, Kabid PTKP HMI Cabang Mamuju Tengah, menegaskan bahwa proyek bernilai miliaran rupiah ini tidak boleh dibiarkan.

“Pembangunan Pustu di Pangalloan harus mendapat atensi khusus. Jika dibiarkan, ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga mengorbankan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA  Kapolda Sulbar: Rekrutmen Polri 2026 Bersih, Tak Ada Celah Percaloan

Ia mendesak Inspektorat Mamuju Tengah dan DPRD Mamuju Tengah untuk tidak tinggal diam, melainkan segera turun tangan melakukan pengawasan.

“Jangan sampai proyek kesehatan ini hanya jadi ladang bancakan oknum nakal. HMI akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas,” pungkasnya.

BACA JUGA  Fokus Inovasi! Dirlantas Polda Sulbar Hadiri Rakor Samsat Nasional di Semarang

Kasus dugaan penyimpangan pembangunan Pustu ini kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Publik menanti apakah pihak berwenang benar-benar serius menindak kontraktor dan pihak terkait, atau justru membiarkan persoalan ini tenggelam tanpa kepastian.

Sumber Berita: HMI Cabang Mamuju Tengah
Editor: Sadiman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news