Mamasa, toBagoes Sulbar – Ribuan masyarakat Mamasa larut dalam suasana haru dan khidmat saat mengikuti Doa Bersama & Penyalaan 1000 Lilin untuk Kedamaian Indonesia di Tribun Lapangan Kondosapata’, Rabu (03/09/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Besar Kombongan Kalua’ di Rumah Jabatan Bupati Mamasa bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, adat, pemuda, mahasiswa, insan pers, dan organisasi masyarakat. Seluruh elemen sepakat meneguhkan komitmen menjaga nilai kearifan lokal: saling menghormati, saling menghargai, dan saling mengasihi (sitayuk sikamase sirande maya-maya).
Dengan busana putih yang melambangkan kesucian, ribuan peserta menyalakan lilin secara serentak. Cahaya yang terpancar dari Mamasa ini diharapkan menjadi simbol persaudaraan yang menyinari seluruh penjuru Nusantara. Suasana hening, lantunan doa, dan cahaya lilin menghadirkan momentum penuh makna: pesan damai dari pegunungan Mamasa untuk Indonesia.
Mengusung tema “Terang dari Mamasa untuk Indonesia”, acara ini juga dihadiri Bupati Mamasa bersama jajaran Forkopimda. Kehadiran pimpinan daerah menegaskan bahwa menjaga perdamaian adalah tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan rakyat.
Hadir pula Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Barat, Awal Saini, bersama pengurus TIDAR Kabupaten Mamasa. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan damai tersebut.
“Dari Mamasa kita menyalakan cahaya kedamaian. Semoga doa ini menjadi kekuatan bagi bangsa untuk tetap bersatu. Kami mendukung penuh langkah-langkah damai, demi kemajuan Mamasa dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya penuh semangat.
Doa bersama dan 1000 lilin dari Mamasa ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, agar tetap menjaga persatuan, kedamaian, dan semangat persaudaraan di tengah berbagai tantangan bangsa.
“Damai Negriku, Terang dari Mamasa untuk Indonesia.”
Sumber Berita: Riki
Editor: Sadiman


