Mamasa, toBagoes Sulbar – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai Lapangan Tribun Kondosapata’, Kabupaten Mamasa, Rabu (3/9/2025) malam. Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan hadir untuk mengikuti deklarasi damai yang ditandai dengan doa bersama serta penyalaan 1000 lilin sebagai simbol perdamaian untuk Indonesia.
Deklarasi damai ini lahir dari hasil Rapat Besar Kombongan Kalua’ di Rumah Jabatan Bupati Mamasa yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, insan pers, hingga organisasi masyarakat. Semua pihak sepakat bahwa Mamasa menjunjung tinggi kearifan lokal berupa nilai saling menghormati, menghargai, dan mengasihi (sitayuk sikamase sirande maya-maya).
Rangkaian acara diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan doa berantai oleh perwakilan denominasi gereja dan perwakilan umat Muslim, menegaskan bahwa perbedaan tidak menghalangi kebersamaan dalam menjaga kedamaian.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam deklarasi.
“Damai itu indah, Mamasa cinta damai. Terima kasih kepada pimpinan OKP dan para aktivis yang telah menginisiasi deklarasi ini. Semoga simbol perdamaian yang ada saat ini tetap terjaga sampai kapan pun,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Mamasa, Kapolres Mamasa, Dandim 1428/Mamasa, Kajari Mamasa, Ketua dan anggota DPRD, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, Ketua Aman, serta ribuan warga.
Penyalaan lilin yang membentuk pola “MAMASA CINTA DAMAI – NKRI” dilakukan pertama kali oleh Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, lalu diikuti oleh seluruh hadirin. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi damai bersama.
Kegiatan berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan memancarkan semangat persatuan.
Sumber Berita: Riki
Editor: Sadiman


