Polewali Mandar, toBagoes Sulbar – Harapan warga Desa Tapua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya mulai terwujud. Setelah jembatan yang menjadi akses utama masyarakat hanyut diterjang banjir pada 2025 lalu, kini pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dikerjakan.
Pembangunan yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto itu kini memasuki tahap pengecoran blok angkur sebagai pondasi utama Jembatan Perintis Garuda, Selasa (14/7/2026).
Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan proses pembangunan terus berjalan sesuai tahapan. Setelah pekerjaan pondasi rampung, pembangunan akan dilanjutkan hingga pemasangan konstruksi jembatan.
“Jembatan Perintis Garuda ini merupakan program strategis nasional yang bertujuan membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan. Alhamdulillah saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap pengecoran blok angkur,” ujar Dandim
Ia menjelaskan, sejak jembatan lama hanyut diterjang banjir, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Warga termasuk anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu untuk menuju kebun, sawah maupun desa di seberang sungai.
“Kami berharap pembangunan ini segera selesai sehingga masyarakat kembali memiliki akses yang aman dan nyaman. Kehadiran jembatan ini nantinya akan memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas warga sehari-hari,” katanya.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat setempat. Semangat kebersamaan terlihat di setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan, pengangkutan material hingga pengecoran pondasi.
Bakri Salah seorang warga mengaku bersyukur karena impian memiliki jembatan permanen akhirnya mulai terwujud.
“Selama ini kami hanya bisa menyeberang menggunakan rakit bambu. Kalau air sungai besar, kami harus menunggu surut. Sekarang kami senang karena jembatan mulai dibangun. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan TNI yang telah membantu masyarakat kami,” ujarnya.
Bagi warga Desa Tapua, pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar membangun infrastruktur. Jembatan itu menjadi simbol bangkitnya harapan, menghubungkan kembali aktivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Zik)

