Kunjungan Umum Penghayat Kepercayaan Mappurondo Dihadiri Langsung Bupati Mamasa

MamasaPemuda Penghayat Kepercayaan Mappurondo yang tergabung dalam PPKAM P.U.S kembali menggelar Kunjungan Umum ke-8 di Ranting Saludadeko, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, pada 27–30 April 2026.

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh pemuda penghayat kepercayaan Ada’ Mappurondo dari seluruh wilayah Pitu Ulunna Salu. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menjaga Tradisi” sebagai upaya memperkuat persaudaraan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang dianggap sakral.
BACA JUGA  Ditlantas Polda Sulbar Gandeng Ojol Tebar Takjil dan Pesan Keselamatan

Acara pembukaan berlangsung di aula Ranting Saludadeko dan dihadiri langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama sejumlah kepala dinas, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Mamasa menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemuda Mappurondo dalam menjaga tradisi dan memperkuat kebersamaan.

“Saya meminta kepada pengurus organisasi Mappurondo untuk mengusulkan kebutuhan yang perlu dibantu. Pemerintah akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Welem.

BACA JUGA  Dalam Upaya Menjaga Situasi Keamanan Masyarakat Yang Sedang Beribadah Polsek Mamasa Laksanakan Pengamanan di Beberapa Gereja Mamasa

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamasa tidak membeda-bedakan agama maupun kepercayaan.

“Penghayat kepercayaan Mappurondo adalah bagian dari kehidupan beragama di Mamasa. Mari kita jaga toleransi antar umat,” tegasnya.

Selama empat hari empat malam pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar, mulai dari olahraga di siang hari hingga hiburan, materi pembinaan, dan diskusi budaya di malam hari.

BACA JUGA  Untuk Menjaga Situasi Kamtibmas di Malam Hari Sat Samapta Polres Mamasa Laksanakan Patroli Malam

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pertunjukan kalindakdak, seni khas Mappurondo yang menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin kreatif dalam mengembangkan potensi, termasuk menulis tentang tata ritual penghayat kepercayaan secara tepat dan bertanggung jawab.

Panitia menegaskan bahwa ritual Mappurondo bukanlah tontonan umum, melainkan bagian dari praktik sakral yang harus dihormati.

Kunjungan umum ini bertujuan memperkuat solidaritas generasi Mappurondo sekaligus menjaga eksistensi budaya di wilayah Pitu Ulunna Salu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan minat dan bakat pemuda, khususnya di bidang olahraga dan seni budaya.

“Penulis: Raih Satria”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news