BPI KPNPA RI Dukung Kapolri Ungkap Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras

Jakarta – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menyatakan dukungan penuh kepada Kapolri untuk mengungkap secara tuntas kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan perbuatan biadab yang tidak dapat ditoleransi serta mencederai nilai-nilai demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

“Kami mendukung penuh Kapolri dan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk mengungkap secara tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras tersebut. Pelaku dan dalang di balik peristiwa ini harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Rahmad Sukendar.
BACA JUGA  Kapolri Listyo Sigit Datangi RSI Cempaka Putih, Pantau Langsung Korban Ledakan SMAN 72

Rahmad juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat BPI KPNPA RI akan mendatangi Kapolri sebagai bentuk dukungan moral agar Polri tetap tegas dan tidak takut dalam menuntaskan kasus tersebut.

“Dalam waktu dekat BPI KPNPA RI akan mendatangi Kapolri untuk memberikan dukungan kepada Polri agar tidak takut dalam mengungkap kasus tersebut,” ujar Rahmad dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

BACA JUGA  Sorotan Tajam! BPI KPNPA RI Kritik Penegakan Hukum, ‘Ekor’ Dihukum, Kepala Bebas?

Menurutnya, tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan bentuk kekerasan serius yang harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia juga meminta agar proses pengungkapan kasus dilakukan secara transparan dan profesional sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum.

BPI KPNPA RI berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami percaya Polri mampu bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya,” pungkas Rahmad Sukendar.

(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news