spot_img

Satlantas Polres Pasangkayu Stop.!! Kendaraan Overload dan Over Dimensi

PASANGKAYU / TOBAGOES SULBAR – Satuan Lalu lintas Polres Pasangkayu Polda Sulbar Siap tindak tegas Kendaraan dengan muatan berlebih (Overload) yang melintas di wilayah hukum Polres Pasangkayu Dengan muatan yang berlebihan sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Personil Satlantas Polres Pasangkayu akan tindak tegas dan beri sanksi tindakan langsung atas pelenggaran tersebut. Pemberlakuan adanya tilang atau tindakan langsung terhadap kendaraan angkutan barang yang membawa muatan berlebih atau overload dan melebihi batas ketentuan (over dimensi). Minggu (1/06/2026)

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata S.H, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Junaid Nuntung S.Pd mengatakan bahwa melakukan penindakan terhadap kendaraan bermuatan lebih, merupakan atensi pimpinan dan cenderung dirasa sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

“karena kendaraan overload tersebut yang kelebihan dimensi ini dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya,”ucapnya

Seperti kita ketahui bersama banyak kendaraan yang overload yakni terkait produktifitas. Pengusaha ingin hemat sehingga membawa barang melebihi kapasitas angkut.

“Oleh karena itu kendaraan mobil barang overload lebih banyak di jalan sehingga kelebihan dimensi dan muatan itu dapat memicu kecelakaan serta membahayakan pengendara lainnya, ” tuturnya .

Satlantas Polres Pasangkayu melaksanakan hunting system dengan sasaran pelanggaran kasat mata dan pelanggaran lalu lintas serta kendaraan angkut barang berlebih akan dilakukan penindakan tegas berupa Tilang, ujar Kasat Lantas

Dia menghimbau bagi Pengemudi dan atau perusahaan angkutan umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara muatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan.” tutupnya.(**)

BACA JUGA  Langkah Berani! Polres Pasangkayu Kawal Hasil Panen Jagung Langsung ke Bulog

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news