Mamasa, toBagoes Sulbar – Pelayanan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Mamasa menjadi sorotan sejumlah orang tua dan wali siswa setelah puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Mamasa memadati kantor bank tersebut, Senin (29/12/2025).
Para pelajar yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Mamasa tersebut datang untuk melakukan pembuatan buku rekening sebagai syarat pencairan Dana Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, keterbatasan jumlah penerima yang dilayani dalam satu hari memicu kekecewaan di kalangan orang tua siswa.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa BNI Cabang Mamasa hanya mampu melayani sekitar 50 penerima PIP per hari, sehingga banyak siswa yang terpaksa kembali tanpa mendapatkan pelayanan meski telah menempuh perjalanan jauh.
Salah satu orang tua siswa, Habel, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyayangkan minimnya kuota pelayanan, sementara banyak siswa datang dari wilayah terpencil dengan biaya transportasi yang tidak sedikit.
“Kasihan anak-anak ini datang jauh-jauh dari berbagai tempat. Anak saya sendiri berangkat dari Bambang naik ojek dengan ongkos Rp350 ribu,” ujar Habel dengan nada kecewa.
Ia berharap pihak BNI Cabang Mamasa dapat memberikan solusi konkret, seperti penambahan kuota pelayanan atau pengaturan jadwal yang lebih jelas agar para siswa tidak kembali sia-sia setelah menempuh perjalanan jauh.
“Harus ada solusi, supaya anak-anak tidak bolak-balik dan orang tua tidak terbebani biaya transportasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNI Cabang Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait keterbatasan pelayanan penerima PIP tersebut. Jurnalis masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Sumber Berita: Riki


