toBagoes Sulbar – Banteng Raiders merupakan satuan infanteri elite TNI AD yang memiliki akar sejarah sejak awal 1950-an di Jawa Tengah. Unit ini dikenal sebagai cikal-bakal pasukan raider modern dan saat ini bertransformasi menjadi Yonif Raider 400/Banteng Raiders yang bermarkas di Srondol, Semarang.
Unit ini berawal dari inisiatif Letkol Ahmad Yani dalam operasi penumpasan gerakan Darul Islam/TII di Jawa Tengah. Tanggal 23 Maret 1953 ditetapkan sebagai hari jadi, mengambil dasar dari pembentukan Batalyon 454 yang kemudian berevolusi menjadi formasi Banteng Raiders.
Sejak awal, unit ini dirancang sebagai pasukan pemukul dengan kemampuan serangan cepat, penyergapan, dan pengejaran gerilya. Efektivitas taktis pada era 1950-an membangun reputasi mereka sebagai pasukan khusus lapangan dengan mobilitas tinggi.
Pada dekade 1950-an Banteng Raiders terlibat intensif dalam operasi penumpasan DI/TII di Jawa Tengah. Mereka dikenal menggunakan taktik mobil cepat, operasi jarak dekat, hingga serangan porak-poranda terhadap kelompok gerilya.
Dalam perkembangannya, satuan ini mengalami reorganisasi dan perubahan struktur sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Yonif Raider 400. Pada era modern, pasukan ini menjalankan latihan gabungan, pembinaan teritorial, serta penugasan di wilayah konflik, termasuk Papua. Berbagai laporan lokal menyebut pengiriman satgas, aktivitas binter, hingga korban prajurit dalam operasi di wilayah timur Indonesia.
Beberapa catatan sejarah menempatkan formasi Banteng Raiders dalam pusaran dinamika politik 1965. Namun, sejumlah aspek masih memerlukan kajian arsip yang lebih mendalam untuk memastikan detail keterlibatan unit pada periode tersebut.
Dalam konteks operasi modern di Papua, laporan investigasi internasional dan organisasi HAM kerap menyoroti tuduhan pelanggaran oleh unsur militer Indonesia. Meski laporan tersebut tidak selalu menyebut satuan secara spesifik, keberadaan pasukan raider di wilayah operasi membuat mereka masuk dalam ruang sorotan publik. Tuduhan itu membutuhkan pembuktian berbasis data dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prinsip akuntabilitas.
Selain reputasi tempurnya, Banteng Raiders kini membangun citra sebagai pasukan adaptif yang tidak hanya bertugas dalam operasi keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan latihan internasional. Tradisi disiplin, kemampuan tempur, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian dari identitas satuan modern ini.
Editor: Sadiman


