Pasangkayu, toBagoes Sulbar – Seorang orang tua murid di Desa Sarasa, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (30/10/2025). menyoroti dugaan tindakan bullying yang dialami anaknya di SD Kasalai, serta dugaan pembiaran oleh guru berinisial W. Kejadian ini disebut membuat mental sang anak terguncang dan takut kembali ke sekolah.
Menurut penuturan sang ibu, peristiwa pertama terjadi ketika rok anaknya robek akibat dibully teman sekolahnya. Salah satu siswi sempat melapor kepada guru SD Kasalai. Namun, guru tersebut diduga tidak memberikan respons serius dan terlihat sibuk memainkan telepon genggamnya.
“Kata anak saya, ada temannya lapor ke Ibu guru, bilang ‘Kaisah berkelahi, Bu’. Tapi Ibu Wilda hanya bilang ‘biar saja’ sambil main HP,” tutur sang ibu dengan nada kecewa.
Tak berhenti di situ, dugaan sikap tidak profesional kembali terjadi saat anak korban kembali masuk sekolah setelah tiga hari sakit. Alih-alih memberikan dukungan, guru tersebut justru meragukan kondisi anak dan mengeluarkan perkataan yang melukai perasaan siswa.
“Katanya, ‘mudah-mudahan betulan kamu sakit’, lalu bilang ‘jangan lagi lapor ke mamamu’,” ucap ibu korban menirukan perkataan guru tersebut.
Akibat ucapan itu, anak yang menjadi korban mengaku takut untuk kembali bersekolah. Sang ibu menambahkan, anaknya kini mengalami tekanan mental dan rasa takut terhadap guru.
Kasus ini memunculkan keprihatinan masyarakat sekitar. Warga berharap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat segera melakukan evaluasi dan pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami cuma ingin keadilan untuk anak kami. Sekolah seharusnya jadi tempat aman, bukan tempat yang membuat anak takut,” tegas sang ibu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak SD Kasalai maupun guru yang bersangkutan.
Tim


